Ekspedisi CCM – Pendakian Gunung Lawu via Ceto

Ekspedisi CCM – Pendakian Gunung Lawu via Ceto
“Melangkah Bersama, Menyatu dengan Alam”
Komunitas CCM kembali menggelar kegiatan petualangan tahunan yang selalu dinanti. Kali ini, Gunung Lawu via Candi Ceto menjadi destinasi ekspedisi ke-8, menghadirkan cerita tentang kebersamaan, tantangan, dan perjalanan yang penuh makna. Sebanyak 13 anggota berpartisipasi: Bagus, Yoedhi, Asep, Teguh, B’yos, Hakim, Jangkung, Iriyanto, Angga, Mandala, Soleh, Ichank, dan Ray.

Perjalanan Menuju Basecamp – Panjang, Menantang, tapi Penuh Tawa

Rombongan berangkat dari PT NTC pukul 09.45 WIB dengan kendaraan Hiace. Meski sedikit terlambat, semangat langsung naik begitu seluruh tim meneriakkan yel-yel CCM yang selama ini menjadi identitas kebanggaan komunitas.
Perjalanan menuju Basecamp Lawu Barokah menghabiskan waktu hampir 9 jam. Di tengah perjalanan, medan curam membuat Hiace sempat tidak kuat menanjak. Beberapa anggota harus turun agar mobil bisa menguasai tanjakan ekstrem tersebut. Momen ini justru menjadi cerita lucu sekaligus dramatis yang menambah warna perjalanan.
Tim tiba di basecamp sekitar pukul 08.00 pagi, sarapan bersama, menyelesaikan administrasi pendakian, dan mulai trekking pada 09.30 WIB.

Pendakian CCM di mulai

Basecamp → Pos 1 – Menyapa Candi Kethek

Jalur awal masih bersahabat. Anggota berjalan melewati pepohonan rindang hingga sampai di Candi Kethek, situs bersejarah yang menjadi ciri khas jalur Ceto. Beberapa berhenti untuk foto, menghirup udara segar, dan mengatur napas.

Pos 1 → Pos 2 – Tanjakan Menyapa, Langit Mulai Gelap

Memasuki jalur ini, tanjakan mulai terasa menggigit. Langit tiba-tiba menggelap, dan tak lama hujan turun cukup deras. Jalur tanah menjadi licin, bebatuan makin berbahaya untuk dipijak, dan pace pendakian otomatis melambat. Walau begitu, semangat tetap dijaga dengan saling mengingatkan dan menyemangati.

Pos 2 → Pos 3 – Ujian Fisik Paling Berat

Bagian ini menjadi yang paling menguras tenaga. Tanah becek, tanjakan panjang, dan sisa hujan membuat perjalanan terasa dua kali lebih jauh. Beberapa anggota mulai kelelahan berat, langkah melemah, bahkan harus beberapa kali berhenti untuk menenangkan napas.
Tim akhirnya tiba di Pos 3 pukul 15.00 WIB, dan sepakat mendirikan tenda serta mengakhiri perjalanan hari itu. Dengan mempertimbangkan cuaca dan kondisi fisik, sebagian besar anggota memutuskan tidak melanjutkan pendakian ke puncak demi keamanan.

Summit Attack – Lima Pendaki Mengibarkan Bendera CCM

Meski sebagian harus beristirahat, lima anggota CCM tetap melanjutkan perjalanan ke puncak Gunung Lawu, yaitu:
  • Jangjung
  • Iriyanto
  • Mandala
  • Soleh
  • Ray
Dengan tenaga tersisa dan tekad kuat, mereka memulai summit dini hari. Kabut tebal, jalur licin, dan suhu yang menusuk tak menghalangi langkah mereka. Setelah melewati tanjakan-tanjakan terakhir, akhirnya mereka mencapai puncak dan mengibarkan bendera CCM dengan penuh kebanggaan.
Mereka juga menyempatkan diri berkunjung ke warung tertinggi di Gunung Lawu, menikmati suasana dan menjadi saksi salah satu ikon pendakian Lawu yang selalu penuh cerita.

Pesan Ketua CCM

“Gunung mengajari kita akan kebersamaan. Puncak bukanlah keharusan, kembali pulang dengan selamat adalah hal yang paling utama.
Terima kasih CCM Adventure telah melakukan ekspedisi yang ke-8 Gunung Lawu via Candi Ceto. Semangat dan kebersamaan kalian luar biasa. Siapakitaa CCM!!!”


Kutipan Anggota

“Yang terpenting, CCM kompak selalu.”


Penutup

Ekspedisi Gunung Lawu via Ceto kali ini bukan sekadar perjalanan menuju puncak, tetapi perjalanan penuh pelajaran tentang kebersamaan, ketahanan, persahabatan, dan saling menjaga. Meskipun tidak semua anggota sampai puncak, nilai kebersamaan yang dibangun selama perjalanan justru menjadi puncak yang sebenarnya.